Program SIANIDA untuk Masyarakat dari Mahasiswa Univ. Negeri Malang

05 September 2019



Tim Pengabdian Masyarakat UM yang di ketuai oleh Maria Carolina Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan beranggotakan Adi Catur Teknik Elektro, Mastika Marisahani Biologi, Siti Hartinah Kimia dan Feri Kurniawan Pendidikan Teknik Elektro kolaborasi dari berbagai macam jurusan ini mampu membuat gembrakan untuk masyarakat dalam bidang sanitasi dengan mengusung Program SIANIDA.
Dalam bidang kimia SIANIDA merupakan racun yang mematikan tapi kali ini tidak, Program SIANIDA merupakan program (Sistem Ipal dan Sanitasi Cerdas). Program ini bertujuan untuk membantu pemerintah Daerah Kota Malang untuk mewujudkan Kota malang Bebas Kumuh 2019. Saat ini pemerintah daerah sedang gencar gencarnya mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Malang. Salah satu yang mendukung dalam pengembangan sektor pariwisata adalah system sanitasi yang baik di masyarakat. namun program ini tidak berjalan lancar di karenakan masih banyak titik Kawasan kumuh di kota malang. Pusat terbesar Kawasan kumuh Kota Malang berada di Kota Lama dan yang paling kumuh adalah di desa Kebalen Wetan oleh sebab itu Tim SIANIDA menjadikan Kebalen Wetan Kota Lama Malang sebagai target Program di karenakan daerah tersebut 100% warganya di setiap rumah belum memiliki system IPAL sehingga limbah domestik dari WC langsung di alirkan ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Program ini melatih masyarakat khususnya pemuda karang taruna untuk pembuatan IPAL sehingga masyarakat turun langsung dalam pembuatan IPAL bukan hanya penyuluhan akan sanitasi tapi tim SIANIDA mengajak langsung menerapkan dengan agenda Pelatihan pembuatan mini IPAL. Tidak hanya itu dari system ipal ini mampu menghasilkan kompos yang dapat di manfaatkan masyarakat sebagai peluang usaha. Selain pelatian pembuatan IPAL dan Kompos Tim SIANIDA juga memberi pelatihan pemasaran produk kompos melalui online shop.


Kegiatan program SIANIDA ini di laksanakan selama 3 bulan beserta monitoringnya hasilnya sangat memuaskan terdapat perubahan positif dari masyarakat yang di lihat dari kuisioner pretest dan posttest warga yang semula tidak mengerti IPAL menjadi paham akan fungsi IPAL, tidak hanya itu begitupun dengan kompos, proses sanitasi yang baik dan juga pemasaran. Perubahan psikomotoriknya juga di laporkan adanya perubahan yang semula membuang sampah langsung ke sungai sekarang masyarakat mampu mendaur ulang limbah organic menjadi kompos , sampah yang masih bisa di gunakan di kumpulkan dan di setorkan ke BSM, dan sampah yang lain di angkut oleh DLH, selain itu yang semula tidak menyetujui adanya pembangunan IPAL komunal oleh dinas Kota Malang sekarang daerah kebalen Wetan menyetujui pengajuan proposal pengajuan pembangunan IPAL kompak.
Mengubah pola pikir dan kebiasaan Masyarakat sangatlah sulit tapi dengan pendekatan yang baik, penerapan dan juga pembuktian Tim SIANIDA mampu mengubah Kawasan kumuh kebalen Wetan Kota Lama Malang sebagai Desa percontohan Edukasi dalam bidang Sanitasi.