Tim Pengabdian
Masyarakat UM yang di ketuai oleh Maria Carolina Mahasiswa Fakultas Teknik
Sipil dan beranggotakan Adi Catur Teknik Elektro, Mastika Marisahani Biologi,
Siti Hartinah Kimia dan Feri Kurniawan Pendidikan Teknik Elektro kolaborasi
dari berbagai macam jurusan ini mampu membuat gembrakan untuk masyarakat dalam
bidang sanitasi dengan mengusung Program SIANIDA.
Dalam bidang kimia
SIANIDA merupakan racun yang mematikan tapi kali ini tidak, Program SIANIDA
merupakan program (Sistem Ipal dan
Sanitasi Cerdas). Program ini bertujuan untuk membantu pemerintah Daerah
Kota Malang untuk mewujudkan Kota malang Bebas Kumuh 2019. Saat ini pemerintah
daerah sedang gencar gencarnya mengembangkan potensi pariwisata yang ada di
Malang. Salah satu yang mendukung dalam pengembangan sektor pariwisata adalah
system sanitasi yang baik di masyarakat. namun program ini tidak berjalan lancar
di karenakan masih banyak titik Kawasan kumuh di kota malang. Pusat terbesar
Kawasan kumuh Kota Malang berada di Kota Lama dan yang paling kumuh adalah di
desa Kebalen Wetan oleh sebab itu Tim SIANIDA menjadikan Kebalen Wetan Kota
Lama Malang sebagai target Program di karenakan daerah tersebut 100% warganya
di setiap rumah belum memiliki system
IPAL sehingga limbah domestik dari WC langsung di alirkan ke sungai tanpa
adanya pengolahan terlebih dahulu. Program ini melatih masyarakat khususnya
pemuda karang taruna untuk pembuatan IPAL
sehingga masyarakat turun langsung dalam pembuatan IPAL bukan hanya penyuluhan akan sanitasi tapi tim SIANIDA mengajak
langsung menerapkan dengan agenda Pelatihan pembuatan mini IPAL. Tidak hanya itu dari system ipal ini mampu menghasilkan
kompos yang dapat di manfaatkan masyarakat sebagai peluang usaha. Selain
pelatian pembuatan IPAL dan Kompos
Tim SIANIDA juga memberi pelatihan pemasaran produk kompos melalui online shop.
Kegiatan program
SIANIDA ini di laksanakan selama 3 bulan beserta monitoringnya hasilnya sangat
memuaskan terdapat perubahan positif dari masyarakat yang di lihat dari
kuisioner pretest dan posttest warga yang semula tidak mengerti IPAL menjadi paham akan fungsi IPAL, tidak hanya itu begitupun dengan
kompos, proses sanitasi yang baik dan juga pemasaran. Perubahan psikomotoriknya
juga di laporkan adanya perubahan yang semula membuang sampah langsung ke
sungai sekarang masyarakat mampu mendaur ulang limbah organic menjadi kompos ,
sampah yang masih bisa di gunakan di kumpulkan dan di setorkan ke BSM, dan
sampah yang lain di angkut oleh DLH, selain itu yang semula tidak menyetujui
adanya pembangunan IPAL komunal oleh
dinas Kota Malang sekarang daerah kebalen Wetan menyetujui pengajuan proposal
pengajuan pembangunan IPAL kompak.
Mengubah pola pikir dan
kebiasaan Masyarakat sangatlah sulit tapi dengan pendekatan yang baik,
penerapan dan juga pembuktian Tim SIANIDA mampu mengubah Kawasan kumuh kebalen
Wetan Kota Lama Malang sebagai Desa percontohan Edukasi dalam bidang Sanitasi.


